Minggu, 12 Mei 2013

Pembuatan Lampu Flip Flop




BAB I
PENDAHULUAN


1.1        LATAR BELAKANG MASALAH
Perangkat elektronika merupakan suatu perangkat keras yang kompleks dimana suatu perangkat dapat terdiri dari puluhan, bahkan ratusan komponen elektronika. Seiring dengan perkembangan teknologi dan desakan oleh kebutuhan pasar dalam produksi perangkat elektronika, maka dikembangkan suatu perangkat elektronika yang mengintegrasikan semua atau sebagian komponen elektronika dalam satu perangkat, dimana perangkat ini akan menjadi sebuah perangkat yang fleksibel dan efisien.         
                                           
            Di zaman modern seperti sekarang ini, banyak lampu hias atau tulisan berjalan dengan menggunakan lampu led ratusan. Pada Lampu flip-flop yang penulis buat masih rangkaian sederhana, dengan mengekplorasi rangkaian yang masih sederhana ini akan menjadi rangkaian yang lebih bagus, sebagai contoh pada rangkaian tulisan berjalan yang biasa ada pada kantor-kantor atau di dalam masjid sekalipun sudah ada. Jadi apabila rangkain yang masih dasar ini dieksplorasi kembali akan lebih bagus lagi hasilnya. Pada rangkaian flip-flop akan menghasilkan nyala lampu led yang tersusun berderet 1 baris, akan bergeser ke arah kanan dengan potensiometer sebagai pengatur kecepatan laju pada led.

Dalam penulisan ilmiah ini rangakain flip-flop memakai beberapa IC Analog Diantaranya IC 3130 sebagai Osilator, IC 4017 sebagai Counter (Johnsons Counter) dan beberapa komponen-komponen elektronika lainnya seperti Resistor, Kapasitor, Led, dan output dari rangkaian ini adalah tampilan pada lampu led.



1.2        BATASAN MASALAH
Dalam alat ini menggunakan IC 4017 sebagai counter, komponen tersebut tidak dapat diganti dengan tipe IC yang lain karena berbeda pada kegunaannya. Alat ini juga menggunakan IC Op-Amp 3031 yang digunakan untuk menghasilkan clock/detak pulsa, IC tersebut tidak bisa diganti dengan tipe IC yang lain karena beda susunan dalam datasheet IC tersebut.

Transistor yang digunakan adalah tipe BC475 yang tidak dapat diganti dengan transistor tipe yang lainnya, dikarenakan beda pada datasheet transistor tersebut.

Karena luasnya ruang lingkup yang menyangkut alat yang penulis buat. maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas, pada masalah yang menyangkut pada pembuatan Lampu flip-flop saja yang bertujuan untuk mempermudah dalam pemahaman dan pengertian tentang masalah-masalah pada Lampu flip-flop saja


1.3        TUJUAN PENULISAN
Makalah ini adalah berupa keterangan dari alat yang dibuat yang merupaakan dasar dari aplikasi yang lebih bagus. Yang mana alatnya akan berfungsi di mayarakat.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, antara lain sebagai berikut :
·                     Memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang pengaplikasian dari alat Lampu flip-flop.
·                     Memberikan pengetahuan dasar dari komponen-komponen yang digunakan dalam rangkaian Lampu flip-flop.
·                     Memberikan pengetahuan dasar bagi penulis sebelum melakukan presentasi proyek yang akan di laksanakan.

Makalah ini penulis buat berdasarkan proyek rangkaian Lampu flip-flop yang telah sukses penulis buat. Disini penulis terangkain dari mulai cara pembuatan layout hingga cara kerja rangkaian tersebut, baik secara blok diagram maupun secara detail. Yang akan penulis bahas dalam bab III nanti, tentang analisa rangkaian .

1.4        METODE PENULISAN
Adapun metode atau cara yang penulis lakukan untuk memperoleh data-data di dalam penyusunan laporan ini sebagai berikut :
Penulis mengamati langsung rangkaian proyek yang telah jadi untuk dianalisa

1.4.1.      Metode analisa, yaitu dengan menganalisa rangkaian Lampu flip-flop, hingga di peroleh gambaran awal dari prinsip kerja dari rangkaian Lampu flip-flop.
1.4.2.      Metode observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung mengenai cara kerja Lampu flip-flop setelah kita rangkai menjadi alat peraga. Pengamatan yang dilakukan selama menjalani praktikum.

1.4.3.      Studi Pustaka, yaitu mengambil data dari beberapa sumber buku dan website untuk menjadi acuan dalam penulisan. para penyusun melakukan pengumpulan data dengan cara membaca dari buku-buku referensi dan modul bantu praktikum Sistem Digital 1.

1.4.4.      Konsultasi, yaitu mendiskusikan dan bertanya bagaimana cara pembuatan alat dan makalah kepada narasumber yang bersangkutan dengan membuatan Lampu flip-flop.



1.5        SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PendahuluanPada bab ini penulis menjelaskan tentang Penggunaan dan Aplikasi perangkat elektronika dalam kehidupan sehari-hari dan penggunaannya dalam teknologi sekarang ini. Serta penulis juga akan menjelaskan tentang tujuan dalam pembuatan proyek yang berjudul “Lampu flip-flop”.


BAB II Landasan TeoriBerisikan tentang teori dasar yang berhubungan dengan analisa rangkaian proyek, komponen-komponen dan alat yang digunakan, dan kerangka terbentuknya proyek “Lampu flip-flop “ ini.

BAB III Analisa Rangkaian
Dalam analisa rangkaian, penulis akan menjelaskan dan menganalisa rangkaian baik secara blok maupun secara detail, sehingga dalam penggunaannya akan semakin jelas dan mudah dimengerti.

BAB IV Cara Pengoprasian Alat
Berisi tentang cara dan panduan dalam pengoprasian alat dari proyek yang akan penulis presentasikan.

BAB V Penutup
Berisi kesimpulan, rangkuman dan saran-saran dari apa yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.


Daftar Pustaka
Berisikan sumber-sumber yang telah diambil dalam menyusun makalah ini.

Lampiran
Berisi lampiran data pengamatan dan gambar rangkaian dari atas maupun dari posisi bawah.




BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Teori Dasar Elektronik
Pada sebuah rangkaian Lampu flip-flop ada banyak komponen-komponen yang diperlukan untuk mendukung sebuah lampu flip-flop tersebut agar dapat berfungsi secara sempurna sebagai mestinya. Komponen komponen tersebut akan penulis sebutkan dan jelaskan satu persatu fungsi dan cara kerjanya dalam pembahasan kali ini, yaitu  :
Dalam rangkaian alat yang penulis buat, penulis menggunakan komponen elektronika yang terdiri dari dua bagian yaitu :

2.1.1.      Komponen Pasif
Komponen Pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri, misalnya, Transformator, Resistor, Kapasitor, dan lain-lain. Pada makalah ini penulis akan menjelaskan fungsi dan tujuan dari komponen-komponen elektronika yang bersangkutan dengan alat yang penulis buat yaitu Lampu Flip-flop“.

2.1.1.1. Resistor
Resistor adalah sutu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus dan tegangan listrik.
Berdasarkan jenisnya resistor dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

A.       Resistor tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki hambatan tetap. Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1,16 watt,  1,8 watt, ¼ watt, ½ watt, dan sebagainya. Artinya resistor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.


Bentuk fisik dari resistor tetap ini terdiri dari 2 jenis yaitu ada yang memiliki 4 buah gelang dan 5 buah gelang seperti pada gambar diatas, tetapi untuk cara perhitungannya sama saja.

Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat dilihat atau dibaca dari warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa gelang warna.


B.        Resistor Variabel
Resistor variabel (variable resistor atau varistor) adalah resistor yang nilai tahanannya dapat berubah atau dapat diubah.     


·         Potensiometer
Potensiometer merupakan variable resistor yang paling sering digunakan. Pada umumnya, potensiometer terbuat dari kawat atau karbon. Potensiometer yang terbuat dari kawat merupakan potensiometer yang telah lama lahir pada generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Potensiometer dari kawat ini memiliki bentuk yang cukup besar, sehingga saat ini sudah jarang ada yang memakai potensiometer seperti ini. Pada saat ini, potensiometer lebih banyak terbuat dari bahan karbon. Ukurannya pun lebih kecil, namun dengan resistansi yang besar.



Gambar di atas adalah potensiometer yang terbuat dari bahan karbon. Pada umumnya, perubahan resistansi pada potensiometer terbagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Yang dimaksud dengan perubahan secara linier adalah perubahan nilai resistansinya sebanding dengan arah putaran pengaturnya. Sedangkan, yang dimaksud dengan perubahan secara logaritmik adalah perubahan nilai resistansinya berdasarkan perhitungan logaritmik. Pada umumnya, potensiometer logaritmik memiliki perubahan resistansi yang cukup unik karena nilai maksimal dari resistansi diperoleh ketika kita telah melakaukan setengah kali putaran pada pengaturnya. Sedangkan, nilai minimal diperoleh saat pengaturnya berada pada titik nol atau titik maksimal putaran. Untuk dapat mengetahui apakah potensiometer tersebut linier atau logaritmik, dapat dilihat huruf yang tertera di bagian belakang badannya. Jika tertera huruf B, maka potensiometer tersebut logaritmik. Jika huruf A, maka potensiometer linier. Pada umumnya, nilai resistansi juga tertera pada bagian depan badannya. Nilai yang tertera tersebut merupakan nilai resistansi maksimal dari potensiometer.



·         Trimpot
Trimpot adalah kependekan dari Tripotensiometer. Sifat dan karakteristik dari trimpot tidak jauh beda dengan potensiometer. Hanya saja, trimpot ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan potensiometer. Perubahan nilai resistansinya juga dibagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Huruf B yang tertera pada trimpot menyatakan perubahan nilai resistansinya secara logaritmik, sedangkan huruf A untuk perubahan secara linier. Untuk mengubah nilai resistansinya, kita dapat memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng.


·         LDR
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan resistor yang nilai resistansinya berubah jika terjadi perubahan intensitas cahaya di daerah sekelilingnya. Pada prinsipnya, intensitas cahaya yang besar mampu mendorong elektron untuk menembus batas – batas pada LDR. Dengan demikian, nilai resistansi LDR akan naik jika intensitas cahaya yang diterimanya sedikit atau kondisi sekelilingnya gelap. Sedangkan, nilai resistansi LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterimanya banyak atau kondisi sekelilingnya terang. LDR sering digunakan sebagai sensor cahaya, khususnya sebagai sensor cahaya yang digunakan pada lampu taman.


            
 
2.1.1.2.      Kapasitor
  Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 lembar plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = CV
Dengan asumsi :
Q =  muatan elektron C (Coulomb)
C = nilai kapasitans dalam F (Farad)
V = tinggi tegangan dalam V (Volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10^-12) (k A/t)



Macam-macam jenis kapasitor yang banyak dijual di pasaran :

·                     Electrolytic Capacitor

 
                                        
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri atas kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Elektrode kapasitor ini terbuat alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Dari karakteristik tersebut, pengguna harus berhati–hati di dalam pemasangannya  pada  rangkaian,  jangan  sampai  terbalik.  Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”.

Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansnya besar.Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low pass filter, dan rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan  2. Misalnya  kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 =10 volt.

  
2.1.2.           Komponen aktif
Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan dan sumber arus panjang ,misalnya Dioda, Transistor, Thyristor, Integrated Circuit (IC), dan lain-lain.


Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini penulis hanya akan membahas kegunaan Op-Amp pada alat Lampu flip-flop.

Pada Op-Amp memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana feedback negatif pada op-amp memegang peranan penting. Secara umum, umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. Pada rangkaian Lampu flip-flop IC 3130 digunakan sebagai rangkaian Osilator (penghasil detak pulsa)

A.      Penjelasan Rangkaian Osilator
Pada rangkaian lampu flip-flop, osilator yang digunakan yaitu IC 3130, keluaran dari osilator ini berupa gelombang atau denyut. 
Osilator mempunyai dua jenis yaitu :

·      Osilator Sinusoida
Osilator yang keluarannya menghasilkan gelombang sinus

·      Osilator bukan Sinusoida
Osilator yang keluarannya menghasilkan gelombang kotak atau segi empat.

Pada rangkaian Lampu flip-flop, osilator yang digunakan adalah osilator jenis kedua yaitu osilator bukan sinusoida. Osilator pada rangkaian ini mempunyai fungsi untuk membangkitkan denyut atau pulsa ( penguat ).

B.     Cara Kerja Osilator
Osilator keluaran yang dihasilkan tidak dapat ditentukan, apakah angka rendah (0) atau angka tinggi (1). Osilator ini mempengaruhi hasil keluaran dari rangkaian Lampu flip-flop. Jika keluaran dari osilator bit rendah (0), maka output pada rangkaian akan mengalami penurunan dari keluaran sebelumnya (pencacah turun), sedangkan jika keluaran dari osilator bit tinggi (1), maka keluaran pada rangkaian akan mengalami penaikan dari keluaran sebelumnya (pencacah naik).



Pada alat Lampu flip-flop yang penulis buat fungsi dari IC Op-Amp adalah menghasilkan clock/detak pulsa untuk memberi input kepada IC 4017, yang kecepatan detak pulsanya dipengaruhi oleh kapasitor dan hambatan dari potensiometer.

2.1.2.2. IC 4017 (Decade Counter)
Mungkin jenis IC ini tidak asing bagi para penggemar elektronika. IC logika dari jenis CMOS ini biasa digunakan untuk membuat rangkaian running LED 10 tahap. IC 4017 memang mempunyai nama resmi "Decade Counter", lebih lengkapnya "5 Stage Johnson Decade Counter" atau "5 Stage Divide by Ten Johnson Counter".

Apa maksud kata '5 Stage' sedangkan keluaran 4017 ada 10 tahap? IC 4017 memang terbentuk dari 5 DFF yang dikonfigurasikan sebagai pembagi dua (Johnson Counter). Sehingga dengan adanya 5 untai pembagi dua, dapat diperoleh 10 output yang aktif (berlogika tinggi) secara bergantian.
  

Standar suplai untuk IC 4017 adalah sesuai standar catu untuk IC logika CMOS : +3 - +15 VDC. Keluaran berlogika tinggi sesuai urutan (output 0 - output 9). Pergeseran logika tinggi pada output berdasarkan masukan clock pada pin 14. Semakin tinggi frekuensi clock, semakin cepat pergeseran logika pada pin - pin output. Clock diaktifkan dengan memberikan logika rendah pada pin ENABLE (pin 13). Jika pin ENABLE mendapat logika tinggi, pergeseran logika pada output akan berhenti (pause). Pin RESET berfungsi membuat pergeseran logika pada output dimulai lagi dari output 0. Jika pin RESET diberi logika tinggi, logika tinggi akan muncul pada output 0, sedangkan output lain berlogika rendah.Pin RESET akan nonaktif jika diberi logika rendah. Terakhir, ada pin CARRY OUT yang berfungsi melimpahkan carry jika pergeseran logika pada output sudah satu putaran. Jadi jika Anda ingin menambahkan IC yang lebih banyak, CARRY OUT dapat dipakai sebagai CLOCK IN bagi IC 4017 berikutnya.


2.1.2.3.Transistor
Transistor merupakan komponen elektronika yang termasuk dalam golongan komponen aktif yaitu kompenen elektronika yang dalam pengoperasiannya memerlukan sumber arus atau sumber tegangan tersendiri.

Transistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat arus dan juga sebagai saklar elekronik, transistor berasal dari perkataan tranfer dan resistor yang artinya perpindahan atau perubahan perlawanan. Semikonduktor dapat di dop untuk mendapatkan kristal npn danpnp, kristal seperti ini disebut tarnsistor junction. Daerah n mempunyai banyak sekali elektron pita konduksi dan daerah p mempunyai banyak sekali hole (lubang). Oleh karena itu transistor junction disebut transistor bipolar.

Transistor terdiri dari dua tipe yaitu NPN, PNP dan memiliki dua jenis yaitu transistor bipolar dan transistor unipolar :

·                Transistor bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub atau memiliki dua buah kutub yaitu kutub positif dan kutub negatif.
·                Transistor Unipolar adalah transistor yang memiliki satu buah persambungan kutub.
           
A.    Kegunaan Transistor
            Transistor dapat dipakai untuk bebagai keperluan misalnya:
·                Mengubah arus bolak balik menjadi arus searah, pekerjaan ini disebut penyearah
·                Menguatkan arus rata atau tegangan rata maupun arus bolak balik atau tegangan bolak balik.
·                Menjangkitkan getaran listrik, dinamai oscilator. Rangkaian oscillator banyak ditemui pada rangkaian elektronika.
·                Mencampur arus (tegangan) bolak balik dengan frekuensi yang berlainan (permodulasian)
·                Saklar elektronik , tujuannya agar saklar tidak cepat putus.

Transistor biasa terdiri dari tiga buah kaki yang masing-masing diberi nama emitor, basis, kolektor.
Simbol Transistor:                          

Transistor unipolar adalah JFET (Field Effect Transisitor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFEET kanal N, MOSFEET kanal P.


2.1.2.4. Dioda

Dioda adalah komponen elektronika yang mempunyai fungsi yang utama sebagai penyearah arus listrik. Dioda merupakan sambungan bahan p-n. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya.

Diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan sebaliknya berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi yang demikian terjadi hanya pada diode ideal-konseptual.

A.    Macam – macam Dioda :

·                     Foto Dioda 
Foto Dioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan dijalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.

                                             
Komponen Elektronika yang mirip dengan Foto Dioda adalah Transistor Foto (Phototransistor). Foto Transistor ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Foto Dioda.

·                     Zener Diode
Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai komponen yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun Zener Dioda dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan, jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan rusak"(breakdown voltage) atau "tegangan Zener". 

Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas.

Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon.Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai.


Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n.

Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil.

·                     Dioda hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus tegangan yang besar hanya satu arah. Dioda ini bias digunakan untk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, mislnya dioda tipe 1N4001 ada dua jenis aitu 1A/0 V dn 1A/100V



·                     Dioda Pemncar Cahaya / LED ( Ligh Emiting Diode )
Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan arus sebesar 1,5 mA. LED ni banyak digunakan sebagai lampu indkator dan peraga (display).



2.2       Langkah-langkah Pembuatan Lampu Flip-flop
Dalam pembuatan rangkaian Lampu flip-flop diperlukan langkah langkah dalam pembuatannya. Penulis akan membahasnya dalam pembahasan kali ini.

2.2.1    Membuat Lay Out
Dalam pembuatan suatu rangkaian,pertama yang harus dilakukan adalah kita harus membuat sebuah layoutnya lebih dahulu disebuah kertas, yang dalam hal ini akan membuat layout untuk rangkaian Lampu flip-flop.

Cara pembuatan layout harus dilihat dahulu bentuk asli atau gambar rangkaian Lampu flip-flop,dengan melihat gambar rangkaian barulah setelah diteliti dan menemukan cara/ide bagaimana agar layout dapat terlihat bagus, untuk membuat sebuah layout pada kertas dan sebaiknya menggunakan kertas milimeter block.

Setelah layout selesai dibuat dan dibuat diatas kertas milimeter block, setelah itu di teliti dan diperiksa seteliti mungkin layout yang telah dibuat. Cocokan kembali dengan rangkain asli dari rangkain Lampu flip-flop, perhatikan satu persatu komponen apakah sudah benar semua letaknya atau be komponennya tidak terbalik dalam posisi kaki komponen.

Kemudian juga harus memperhatikan jalur-jalur yang telah di buat apakah suah benar atau masih ada jalur yang salah tujuannya. Pembuatan layout ini merupakan langkah yang paling penting dalam pembuatan suatu rangkaian, karena akan menentukan hasil akhir dari rangkaian sebuah rangkaian yang telah dibuat.

2.2.2.       Memindahkan Rancangan Layout ke papan PCB
Apabila sudah yakin bahwa layout yang telah dibuat sudah benar maka tempelkan rancangan yang telah buat di kertas milimeter block tersebut diatas papan pcb. Akan tetapi tempelkan jangan secara permanent melainkan cukup di ujung-ujung sudut kertas milimeter block tersebut, karena nantinya akan dilepas.

Setelah ditempelkan dan benar-benar rapih lalu siapkan sebuah bor pcb dan menggunakan mata bor dengan ukuran 0,5mm. Lalu bor pcb yang telah ditempelkan rancangan layout tadi yaitu tepat pada gambar lingkaran-lingkaran kecil yang berfungsi untuk penempatan kaki-kaki komponen.

Kemudian setelah selesai di bor semua lubang untuk kaki-kaki komponen tersebut dan yakin tidak ada satupun yang terlewatkan. Maka sekarang lepas kertas milimeter block bergambar layout tesebut dari papan pcb.

Setelah dilepas kertas tersebut maka diatas pcb hanya akan tampak lubang-lubang kecil yang kita bor tadi. Sekarang pada sisi pcb yang ada tembaganya, gambar sekeliling tiap lubang lubang bor tadi dengan menggunakan spidol kecil yang permanent dan usahakan jangan sampai ada yang terlewat. Lingkaran-lingkaran kecil ini nantinya sebagai tempat timah solder.

Jika sudah semua lubang bor sudah dilingkarkan dengan spidol kecil permanent, maka sekarang hubungan antara lingkaran-lingkaran kecil tersebut  dengan menggunakan sebuah spidol permanent. Hubungkan lingkaran-lingkaran dengan melihat gambar layout yang telah dibuat sebelumnya pada kertas milimeter blok agar tidak salah dalam alur jalurnya. Rangkaian tidak bekerja apabila salah dalam menggambar jalur pada papan pcb.

Jika layout di papan pcb telah selesai dibuat maka sekarang larutkan tembaga yang tidak terkena gambar dengan bahan kimia ferriclorit. Dalam menggunakan ferriclorit harus melarutkannya dengan air mendidih agar tembaga pada papan pcb juga cepat larut.

Tehnik melarutkan tembaga pada papan pcb ini sering disebut dengan nama acing. Caranya melarutkan tembaganya, masukkan pcb yang telah digambar layout Lampu flip-flop tadi ke dalam larutan mendidih ferri clorit, agar tembaga dapat cepat hilang, harus mengayun-ayunkan tempat larutannya secara teratur, ketika mengayun-ayunkan larutan harus dilihat juga, apakah tembaga sudah larut atau belum agar bagian tembaga yang bergambar tidak ikut terlarut.

Setelah yakin bahwa tembaga yang tidak tergambar telah larut semuanya barulah tehnik mengacing  ini dapat dikatakan selesai. Lalu angkat papan pcb dari larutan mendidih ferriclorit, bilas dengan air bersih yang juga harus mendidih agar ferriclorit tidak ada yang menempel. Setelah dibilas lalu harus cepat-cepat dikeringkan dengan kain kering, tujuannya agar tembaga tidak cepat karatan karena sisa air.

Sampai disini maka langkah-langkah perancangan telah selesai dilaksanakan, yang kemudian lakukan langkah pemasangan komponen yang akan penulis bahas dalam pembahasan berikut ini.

2.2.3.      Memasang Komponen Pada Papan PCB
Dalam pemasangan komponen-komponen pada papan pcb harus memiliki ketelitian yang tinggi agar tidak ada komponen yang terbalik. Langkah dalam pemasangan komponen adalah pertama pasanglah komponen yang mudah dipasang dahulu yaitu komponen memiliki sifat non polar dengan kata lain komponen ini tidak memiliki kutub positif maupun kutub negatif artinya dalam pemasangannya bebas antara kedua kakinya tanpa harus kuatir akan terbalik.

Selanjutnya yang sebaiknya kita pasang adalah resistor karena komponen ini juga bebas dalam penempatan kaki kakinya tanpa harus kuatir terbalik. Akan tetapi pemasangan resistor ini juga harus memiliki ketelitian yang tinggi karena resistor yang satu dengan resistor yang lain memiliki nilai hambatan yang berbeda.Cara melihat nilai hambatannya yaitu dengan melihat kode-kode warna yang tertera pada badan resistor tersebut dengan cara perhitungannya telah diterangkan pada pembahasaan resistor diatas, akan tetapi jika kita kurang yakin atau kita ingin meyakinkan nilai hambatannya secara pasti maka dapat diukur menggunakan multitester untuk mengukurnya.

Cara mengukur hambatan dengan menggunakan multitester adalah arahkan range selector knob pada bagian daerah yang diberi lambang ohm (Ω). Dan untuk melihat pada meter covernya, lihat scale yang berada pada bagian paling atas.

Dalam rangkaian Lampu flip-flop yang penulis buat menggunakan lima buah resistor dengan nilai resistansi 470 ohm, dengan kode warna (Kuning, Ungu, Cokelat, dan Emas) dan menggunakan tiga buah resistor dengan nilai hambatan 10 Kohm dengan kode warna (Cokelat, Hitam, Kuning, dan Emas).

Setelah mengetahui nilai resistansi dari masing-masing resistor yang akan digunakan dan sudah yakin dan barulah  memasang resistor tersebut pada letaknya masing-masing lalu solder dengan timah. Dalam penyolderan alat jangan terlalu lama, dikarenakan dpat merusak alat karena terkena panas yang berlebihan dari solder.

Jika semua komponen telah terpasang, pasang kabel-kabel kecil yang akan digunakan untuk menghubungkan jack-jack banana dan potensiometer. Sekarang rangkaian Lampu flip-flop telah selesai dibuat dan cara pengoperasian alat akan penulis jelaskan pada Bab IV.

Senin, 08 April 2013

Wirausaha Alfamart


Waralaba Alfamart adalah usaha minimarket yang dimiliki dan dioperasikan berdasarkan kesepakatan waralaba dari PT. SumberAlfariaTrijaya Tbk, selaku pemegang merek Alfamart. Dengan motto “Belanja Puas, Harga Pas” model bisnis Alfamart adalah menjual berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dan berlokasi di sekitar wilayah perumahan.
Alfamart menawarkan  2 jenis toko kepada para calon mitra usaha:
1.    Waralaba Toko Baru
Untuk memiliki waralaba Toko Baru perkiraan investasi yang harus dikeluarkan sebesar:
Investasi awal tersebut mencakup:
ü  Biaya waralaba untuk 5 tahun     
ü  Renovasi lahan (konstruksi sipil; instalasi kelistrikan)
ü  Perijinan
ü  Peralatan & AC
ü  Cash register & sistemnya
ü  Papan nama toko berikut displaynya
ü  Promosi & persiapan pembukaan toko

2. Waralaba Toko Take Over
Untuk memilki Toko Take Over (TO) besar investasi yang dikeluarkan sekitar Rp 600 juta - Rp 800 juta. Pembelian toko Alfamart yang sudah berjalan dengan harga "Paket" yang telah ditentukan sudah termasuk franchise fee untuk 5 tahun; perijinan; peralatan toko & Goodwill. Besarnya investasi tersebut juga bergantung kepada harga sewa tempat selama 5 tahun; sales harian & nilai buku fixed asset yang ada. Toko yang akan di-take over harus sudah berjalan selama 1 tahun dengan sales harian antara Rp 10 juta - Rp 13 juta dan dapat diperpanjang sewanya selama 5 tahun.



A.  Kunci sukses dalam berbisnis minimarket adalah:
Ø  Lokasi yang strategis
Ø  Merek yang sudah dikenal luas
Ø  Pelayanan toko yang baik
Ø  Pilihan produk yang tepat & berkualitas
Ø  Harga yang pas
Ø  Display yang menarik
Ø  Promosi yang berkesinambungan

B.  Proses Perumbuhan
Proses pertumbuhan pada sebuah usaha juga didorong oleh beberapa faktor organisasi antara lain adalah:
a. Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan. Dunia persaingan sekarang sangat tajam. Ada berbagai bentuk persaingan yang ada di pasar, mulai dari pengusaha pasar yangsangat dominan, yang mempunyai kekuatan yang sedang dan yang lemah. Dalam istilah pemasaran mereka ini terdiri atas market leader, market challenger, market follower, dan market
nicher. Di pasar ditemukan pemimpin pasar. Pada setiap produk, atau merek yang dijual di pasar ada merek yang melekat di hati konsumen. Merek ini market share nya paling banyak/uas, ini disebut market leader. Kemudian menyusul penantang pasar (market challenger), yang berusaha menunggu kesempatan mengatasi leader. Setelah itu ada market follower yang ikutikutan saja karena modal terbatas, merek belum terkenal dan terakhir market nicher yang menjual produknya pada relung-relung/celah pasar yang belum terisi oleh merek lain.
b. Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinyu.
c. Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan.
d. Adanya sumber-sumber yang tersedia, yang masih bisa dimanfaatkan.
e. Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan








C.    Langkah-langkah Wirausaha
Agar langkah-langkah untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang, maka perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah dan berikut adalah beberapa saran langkah yang harus dilakukan dalam berwira usaha:

1.      Berani memulai
Berani memulai artinya seseorang harus segera memulai, paling tidak berpikir untuk berusaha, memulai usaha dari hal-hal yang paling kecil sesuai dengan kemampuan si calon pengusaha

2.      Berani menanggung risiko (tidak takut rugi);
Artinya bisnis yang akan dijalankan pasti memiliki risiko dan untung. Seorang calon pengusaha harus berani mengambil risiko sebesar dan seberat apa pun. Hal yang perlu diingat adalah menjalankan segala sesuatu dengan perhitungan matang dan selalu memiliki sikap optimis bahwa semua masalah dapat diatasi. Perlu dicamkan pula bahwa semakin besar risiko yanng dihadapi, semakin besar peluang untuk maju dan meraup keungtungan. Ada istilah ekstrem bahwa jika ingin berwirausaha, harus siap rugi terlebih dahulu sehingga bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha nantinya.

3.      Penuh perhitungan
Kalkulasi dalam prediksi apa yang akan terjadi sangatlah penting dan perlu dibuat di atas kertas kerja. Kalupun teradi risiko yang harus ditanggung nantinya, itu pun tidak terlalu meleset dari perhitungan. Untuk itu, seorang calon pengusaha diminta untuk memiliki naluri dan daya pikir yang hebat.

4.      Memiliki rencana yang jelas
Perhitungan yang dibuat sebaiknya dituangkan dalam suatu rencana yang lengkap. Rencana dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha harus dibuat selengkap mungkin. Rencana yang akan dijalankan ini memuat apa saja yang harus dialkukan, bagaimana melakukannya, kapan akan dilakukan, berapa besar biaya yang dikeluarkan, siapa yang akan melaksanakannya. Kemudian, rencana yang sudah dibuat akan dijadikan sebagai pedoman dalam melangkah ke depan. Tanpa rencana yang matang dan lengkap sulit untuk mencapa suatu tujuan yang akan dicapai.

5.      Tidak cepat puas dan utus asa
Seorang calon pengusaha tidak akan pernah cepat puas atas hasil yang akan dicapai. Bahkan seorang calon yang hebat selalu haus akan kemajuan dan selalu akan merasa kurang. Sikap untuk tida cepat putus asa ini akan memotivasi pengusaha untuk terus maju. Kemudian, pengusaha juga diharuskan untuk tidak cepat putus asa atas segala kegagalan yang dialaminya. Kegagalan merupakan sukses yang akan tertunda.


6.      Optimis dan penuh keyakinan
Sifat optimistis dan penuh keyakinan bahwa usaha yang sedang dijalankan akan memberikan hasil selalu ditanamkan kepada setiap calon pengusaha. Seseorang yang tidak memiliki sikap optimistis akan sulit untuk menembus setiap halangan atau rintangan yang akan dihadapinya. Optimistis dan keyakinan akan berhasil merupakan bayangan yang akan terus mengikuti perasaan bahwa kita harus berhasil dalam menjalankan perusahaan. Jangan pernah ada rasa keraguan yang dapat menghentikan usaha yang akan dijalankan. Namun, optimistis dan penuh keyakinan tentunya harus penuh perhitungan yang matang.

7.      Memiliki tanggung jawab
Pengusaha juga diahruskan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap usaha yang sedang dijalankan, yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri, kepada masyarakat, ataupun kepada pihak-pihak luar perusahaan. Misalnya, dalam hal komitmen untuk mengembalikan sesuatu yang wajib dilakukan. Tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan karena tanpa masyarakat usaha kita tidak akan pernah maju. Di samping itu, calon pengusaha juga harus memiliki tanggung jawab terhadap para pegawainya, baik dalm hal memberikan kesejahteraan maupun keamanan mereka dalam bekerja.

8.       Memiliki etika dan moral
Terakhir, seorang calon pengusaha harus memiliki etika dan moral dalam menjalankan usahanya. Hal ini perlu dijunjung tinggi mengingat etika dan moral berbisnis merupakan dasar untuk melakukan suatu bisnis yang baik. Pengusaha harus mampu menghargai karyawan, masyarakat, pelanggan, atau pihak-pihak yang berhubungan dengan prusahaan sesuai dengan etika yang berlaku.

  
                                       http://karakteristik.kewirausahaan.com

Senin, 21 Januari 2013

Ulasan Jurnal Manajemen Proyek dan Resiko


Simulator Monte Carlo

Resiko dalam membangun sebuah proyek adalah sebuah masalah yang banyak dihadapi oleh orang yang terjun ke dalam bidang tersebut, dalam masalah kali ini akan dibahas cara untuk mengetahui apa proyek atau seubuah pekerjaan akan mendapat resiko yang besar atau tidak pada hasil yang akan dicapai.

                Salah satu cara yaitu dengan cara yang bernama Simulasi Monte Carlo dengan metode yang digunakan dalam memodel dan menganalisa sistem yang mengandung resiko dan ketidak-pastian. Pada bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlo dapat mengkuantifikasi akibat-akibat dari resiko dan ketidak-pastian yang umum terjadi dalam jadwal dan biaya sebuah proyek. Tulisan ini mengaplikasikan metode Monte Carlo dalam mengsimulasikan pembiayaan sebuah proyek dengan menggunakan program Microsoft Excel. Akurasi hasil simulasi Monte Carlo pada tulisan ini ditunjukkan oleh tingkat kesalahan yang hanya sebesar 0,56%. Tulisan ini menunjukkan bahwa dengan berbekal pengetahuan di bidang manajemen resiko, statistik, dan Microsoft Excel manajer proyek dapat menggunakan metode Monte Carlo untuk memprediksi biaya total sebuah proyek berdasarkan probabilitas yang diinginkan.

                Simulasi Monte Carlo adalah simulasi yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah kuantitatif, pertama kali simulasi Monte Carlo digunakan untuk keperluan militer pada Manhattan Project (Eckhardt, 1987), simulasi Monte Carlo telah diaplikasikan pada berbagai bidang antara lain; manajemen proyek, transportasi, desain komputer, finansial, meteorologi, biologi dan biokimia (Kwak & Ingall, 2007).

                Sebagaimana metode-metode simulasi lainnya, akurasi dari hasil simulasi Monte Carlo ini sangat dipengaruhi oleh ketepatan data-data masukannya yang dalam contoh kasus pada tulisan ini adalah perkiraan awal dari biaya minimum dan biaya maksimum setiap aktifitas atau kegiatan yang dikerjakan. Juga perlu dicatat simulasi Monte Carlo bukanlah sebuah penyedia solusi, metode ini hanya membantu kita dalam memprediksi perilaku sebuah sistem dengan memperhitungkan unsur-unsur yang mengandung resiko dan ketidak-pastian. 

Source : http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/download/486/423

Sabtu, 24 November 2012

Robot Made In Indonesia




 Robot Made In Indonesia


Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan)
dan siapa bilang yg bisa bikin robot cman negara maju kaya amerika serikat,jepang dll Siapa bilang putra Indonesia tidak mampu menciptakan teknologi perang, seperti produksi Amerika Serikat atau negara maju lainnya.

Robot Penjinak Bom Indonesia

”Ukurannya 1,5 m kali 0,5 m dengan berat sekitar 100 kg. Robot ini memiliki mesin penggerak dua roda,dan mampu mengangkut beban hingga sekitar 150 kg, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 60 km/jam,” terangnya.

Meski dinyatakan belum sepenuhnya sempurna, namun robot tempur ini memiliki kemampuan yang setara dengan robot tempur impor. Selain dapat dikendalikan secara jarak jauh, robot ini dilengkapi dengan kamera pengintai sebanyak enam unit, dan sensor ultrasonic untuk mengenali setiap hambatan yang dihadapi.

”Kami juga memasang dua senjata perusak pada robot ini, yakni senapan mesin ringan (SMR) jenis Minimi kaliber 5,56 mm, dan roket anti tank Estalansa caliber 90 mm yang bisa dioperasionalkan dari jarak jauh,” keren kan

Penjinak Bom





Robot pengintai tersebut diberi nama Morolipi v1.0, sebuah mobil robot penjinak bom yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di tahun 2004, kemudian dilanjutkan hingga tahun 2008.

Robot Morolipi v1.0 tersebut dirancang dengan spesifikasi :

* Panjang 1 meter dan lebar 1 meter, tinggi 90 cm

* Bobot 80-100 kg.

* Mampu berjalan di permukaan yang datar ataupun menaiki tangga dengan kecepatan 3 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik.

* Memiliki dua ruas lengan dengan panjang 70cm dan dapat bergerak bebas ke lima arah, berputar 360 derajat, juga menekuk,

* Terdapat gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel di bagian ujung lengannya,

* Didukung dengan camera, sensor inframerah, pengontrol artikulator dan artikulator yang dapat mengirimkan detail gambar ke komputer,

* Dikendalikan dengan jarak maksimal 6km dengan menggunakan atau joystick.

* Memiliki rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian,

* Dapat memotong kabel berukuran 2 mm yang mengalirkan arus listrik itu sebelum sampai ke bahan peledak.

* Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot berupa aki listrik,

* Memiliki 4 roda vespa delapan inci, plus sabuk roda untuk membantu menaiki tangga tanpa terpeleset,

* Harga lebih murah 50 persen dibanding robot penjinak bom import


Robot Pengambil Air minum



Siswa di SMP Penabur Gading Serpong, Michael Limanto, Gerald Sebastian, dan Patrick Wicaksono, membuat robot Delta Easy Water Supply. "Idenya kan orangtua capai baru pulang kantor. Anak disuruh ngambil air minum mengapa enggak dispensernya jalan aja sih," kata Michael, si pencetus ide awal, kemudian ia bergabung dengan dua temannya untuk membuat implementasinya.


Robot stik eskrim





Meski terbuat dari stik es krim dan barang bekas lainnya, namun robot-robot tersebut cukup memiliki kemampuan yang luar biasa. Robot dibagi dalam dua kategori, yaitu sumo dan ketapel. Robot sumo merupakan robot aduan, sementara robot ketapel memiliki kemampuan melempar beban terjauh. keren ya den anak Sd Indonesia ane jd bangga


Robot Pemadam api



nah ini mobil pemadam buatan mahasiswa ugm dan UNIKOM gan,,,, untuk mademin api jadi ni robot pny sensor untuk mendeteksi api jd kalo ade api ni mobil lngsung bergerak dan nyari api ntu langsung deh di mademin pake kipas yg ada pada robot ni,,, keren kan den..

Ada jg robot pemadam api buatan indonesia tapi berbeda jenis gan yg ini punya roda gan ada yg seperti bentuk tank tempur dan seperti traktor gan,,



 Robot Pemain angklung





Dua siswa SMP dari Bandung--Karismanto Rahmandika, siswa SMP Negeri 14, dan Krisna Diastama, siswa SD Islam Ibnu Sina-menciptakan Klungbot, robot yang bisa memainkan angklung. Robot ini bisa menggantikan sejibun pemain angklung untuk sebuah konser.

Dalam menciptakan robot pemain angklung ini, Krisna menggunakan robot Lego Mindstorm. Untuk membuat si robot bekerja, ia menerjemahkan nada-nada musikal menjadi bahasa program. Ia melakukannya dengan perangkat lunak LeJOS yang biasa digunakan untuk Lego. Bahasa program inilah yang kemudian diterima oleh bagian penerjemah pesan yang terhubung lewat Bluetooth dan selanjutnya ke penggerak.

Ide untul menciptakan klungbot didapatkan ketika ia melihat pertunjukan angklung. Ia berkomentar, betapa rumitnya memainkan angklung itu, butuh sangat banyak orang dan koordinasi yang rumit sehingga ketukan dan nadanya pas. Dengan menggunakan klungbot, musik angklung bisa dinikmati dengan mudah dan tanpa proses yang rumit untuk memainkannya.

Selain menciptakan alat yang diikutkan dalam National Young Inventor Awards di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, Krisna juga menciptakan robot pemain alat musik berbahan botol yang diisi air dan robot pemain drum. Kedua alat musik itu juga dapat dimainkan bersamaan dengan angklung sehingga bisa memproduksi suara bak musik simfoni. Hingga kini, Krisna telah membuat beberapa lagu daerah yang sudah siap dimainkan dengan klungbot, seperti "Burung Kakak Tua".

Robot Penari




Robot Penari Jaipong,buatan PENS ini sanagan unik Begitu lagu "Bubuy Bulan" diperdengarkan, maka robot bikinan mahasiswa yang diikutkan dalam KRSI itu menari sesuai alunan irama jaipong. lalu, itu pun tampak puas dibuatnya. Robot penari jaipong lomba diletakkan di atas panggung, masing-masing berada di dalam lingkaran putih berdiameter 2.000 mm. Lingkaran ini sebagai batas gerak robot dalam melakukan gerakan tari mengikuti alunan musik jaipong.

Penari Pendet


Robot Penari Pendet,yang bernama Putu Ayu dalam ajang KRSI yang diadakan oleh dikti robot ini peringkat kedua,karena keunikannya robot buatanyg juga buatan robotik PENS-ITS Lewat lima mahasiswanya, yakni Endy, Prasetya Hutomo, Andrew, Garry Hadinata, serta Charles Arista Salim, mereka berhasil meraih juara II dalam Melalui berbagai tahap seleksi,Robot yang bernama dewi ini punya kemampuan kemampuan membedakan sensor suara, land tracer, gerakan tari pendet, dan punya 22 sendi .Dan robot ini juga punya kelebihan lain gan Robot ini memiliki beberapa kelebihan. Selain bisa berjalan sembari menari Pendet, ketika berhasil melewati setiap rintangan, selain menari pendet Dewi mampu menarikan tarian khas Bali itu dengan gerakan yang berbeda.







7. Recorobo robot cerdas bisa bicara









TECHNOVISION dengan bangga mempersembahkan RECOROBO, robot cerdas yang bisa menyapa orang. RECOROBO sangat bersahabat, menyapa kepada setiap pengunjung dengan mengucapkan “selamat datang”, “Silakan mengambil brosur” serta bermacam-macam sapaan lainnya. Robot ini juga sangat sopan. Ketika ada orang menghalangi jalannya, dengan lembut robot ini akan berbicara “permisi, aku akan lewat”. Bahkan ketika RECOROBO kehabisan tenaga, dia pamit ke semua orang disekitarnya “aku istirahat dulu ya..” begitu katanya. RECOROBO pernah sekali tampil di acara PESTA BUKU YOGYAKARTA 2010 bulan Maret 2010 lalu. Begitu bersahabatnya, sehingga tak khayal bila robot ini sangat digemari banyak Pengunjung












RECOROBO merupakan buah karya anak negeri yang hebat. Bila Anda adalah pemilik perusahaan atau saiapa saja yang ingin menawarkan produk dengan cara yang unik, maka RECOROBO siap membantu Anda. Dengan kecerdasan yang dia miliki, siap menawarkan produk baru Anda kepada setiap konsumen.




Bekerja sama dengan Bapak Listiyanto (Penerbit GAVA), RECOROBO diciptakan di markas TECHNOVISION (belakang PERTAMINA Jl. Monjali Yogyakarta), sengaja didesain untuk membantu program promosi sekaligus menarik perhatian pengunjung







8. Robot Transformer "Made in indonesia"






Kalau Anda pernah menonton film Transformers, ada robot berwarna hijau bernama Skids. Nah, robot tersebut hadir pada ajang IIMS 2010 di JIExpo dan mejeng di booth GM Autoworld Indonesia. Dan Anda pasti mengira benda tersebut didatangkan langsung dari Amerika.




Ternyata, robot Skids Transformers itu buatan putra Indonesia. Kompas.com kebetulan jumpa dengan Martin, Account Director PT Bermuda Communication, yang membuat Skids bersama timnya.




Kami lebih kaget lagi ketika Martin menyebutkan soal lama proses pembuatan. "Hanya sebulan," ucapnya. Ia bungkam ketika ditanya soal biaya pembuatan. Sebelum digarap dengan timnya, ia sudah menawarkan hal itu kepada beberapa supplier. Namun, semuanya sanggup mengerjakan paling cepat tiga bulan.




Martin menjelaskan, tim yang membuat Skids terbagi ke beberapa bagian. "Dimulai dari bagian rangka besi, fiber, resin, dan finishing. Semuanya berjumlah sekitar 15 orang, sudah termasuk dengan pemimpin proyeknya," tambahnya.Dia mengakui, bagian tersulit saat pembuatan robot adalah bagian kepala karena banyak pernik-pernik berukuran kecil